Berita Pangkep

35d242426c151ea294ba310c5a17ad23 L

 

Pangkep -- Beberapa daerah di Sulawesi Selatan kini mulai beralih dari zona merah ke zona kuning, zona kuning ke zona oranye, zona oranye ke zona hijau. Selain itu Satgas Covid-19 Pusat mengumumkan bahwa Provinsi Sulawesi Selatan telah keluar dari zona merah. Hingga kini angka kasus pun dinilai cukup terkendali dengan tingkat reproduksi efektif mencapai 0,5 persen.

Lima daerah di Sulawesi Selatan dikabarkan sudah memasuki zona hijau penularan virus corona atau COVID-19. Hal tersebut dikabarkan Koordinator Duta Wisata Covid-19 Sulsel, Husni Thamrin kepada awak media di makassar belum lama ini.

Namun demikian Husni tidak membeberkan nama daerah yang sudah masuk zona hijau. Namun dirinya menyebut akan mengumumkan daerah-daerah di Sulsel yang sudah masuk zona hijau, Senin (09/11/2020) hari ini.

“Beberapa daerah menunjukkan perubahan yang baik. Saat ini di Sulsel juga sudah tidak ada zona merah, terakhir Palopo yang berada di zona merah sudah masuk zona orange,” kata Husni.

Olehnya, ia mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Tim Satgas Covid-19 di tingkat Kabupaten Kota karena mampu menekan penyebaran virus Covid-19. Olehnya Wiku menyarankan perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan Covid-19 di wilayah masing-masing.

Dari info yang beredar, lima daerah yang masuk zona hijau di Sulsel tersebut diantaranya Kabupaten Gowa, Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dan Kabupaten Sinjai.

Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Ichsan Musari mengatakan dinamika pergantian status zona wilayah bersifat dinamis. Sehingga terkait peralihan status zona pada setiap daerah bergantung dari masyarakat masing-masing wilayah.

“Kalau pergerakan manusia terus jalan seperti tetap menerapkan protokol kesehatan itu pasti terjadi perubahan zona yang lebih baik. Tapi kalau protokol tidak jalan maka sebaliknya akan masuk ke zona yang penularan Covid-nya tinggi,” kata Ichsan, Senin (9/11/2020).  

Menurutnya penerapan protokol kesehatan bukan hanya sekedar imbauan yang disampaikan dari instansi pemerintah ke masyarakat, melainkan bagaimana peran pemerintah itu sendiri mendorong masyarakat agar tetap menerapkan protkol ksehatan yakni dengan cara memperlihatkan contoh yang baik.

“Yang penting itu bagaimana kita (pemerintah) ikut berperan tidak pada satu orang atau intitusi yang menjawab dalam mendorong disiplin protokol tapi semua orang, kita harus dispillinkan protokol kesehatan. Tidak hanya bagaimana imbauan dan sosilisasi saja tapi semua harus menjadi contoh,” tegas Ichsan. (mcpangkajene)